Dalam genggaman tangan Tuhan

Dalam genggaman tangan Tuhan

Jumat, 27 Juli 2012

The shining star



I still wonder...
Why can't you be with me?
Why do we have to end up this way?
Will you forgive me?
Will I ever forget you?

But now I know
There you were
Up in the sky
Without any effort
You caught my eye!

The most Beautiful,
Brightest, perfect star
I said to myself
I know who you are!

It was not hard to see
From watching you shine
With pride up above
And God by your side.

You are my Angel
So bright and so true
Without any pause
I made a wish upon you!

I wish you to know
Each time my tears flow
That I want you to use them
To blossom and grow.

So one day when it's time
You and I both can shine!
In the same big blue sky
Together shall be mine!

Unborn child...


I never got to see your face
But in my heart, you have a special place
And for that, I would never be the same

I'll never hear you laugh or cry
Or hold you in my arms tenderly
But I will still love you endlessly

I never got to hold you hand
I never got to sing you a lullaby
I will never come to understand
Why murderers run free and innocent souls die

I'll always have my regret
Why it must happened to you
All these unanswered questions
That would burn inside of me

Forever saddened upon this earth
Crying for you, my unborn child
Never blessed by your birth.
But I’ll be here, unable to smile

You are my shining light in heaven
For one of angels to love
Until I get my wings to flying
God take care of you, for me, in heaven above

You’ll be my guiding light to heaven’s gate
Where I’ll get to see your angel smile
And even if I never got to see your face
I’ll know, that you are my unborn child!

(for my little angel in heaven)

Minggu, 22 Juli 2012

Welcome Bubu, my little Bombom...

Hari ini bertambah lagi anggota keluargaku. 
Si kecil ini namanya Bubu. Adiknya Bombom. 
Lebih mungil, tapi bukan berarti lebih murah..hiks.. 
Menguras tabunganku, pastinya.
Semoga Bubu bisa bersama denganku bertempur melawan kelihaian metro mini, angkot, mikrolet dan motor motor yang seliweran di jalan raya. 
Ok, sebelum bawa Bubu jalan jalan, aku kursus nyetir dulu yaa...

 

Sabtu, 21 Juli 2012

My boss...

Ini cerita tentang boss'ku, begini kelakuannya tiap bulan puasa...

Aku   : Ikut puasa kapan boss? Yang besok atau lusa?
Boss  : Ikut yang puasanya paling belakang, tapi Lebaran paling duluan...

Hari pertama puasa..
Boss : Lebaran sebulan lage... (sambil nyanyi)
Aku  : baru juga hari pertama puasa boss. Da mikir Lebaran aja. 
Boss : biar semangat getoo..
Aku  : ooh.. emang ga bolong puasanya boss?
Boss : baru juga hari pertama puasa... masa udah bolong??
Aku  : sapa tau ajaa...qeqeqeqe... Ngabuburit kemana boss?
Boss : baru juga sahuuurrr, da mikir ngabuburit !!
Aku  : hehehe...biar cemungudh getooo...
#dikeplak, potong gaji, ga dapet THR#

Boss'ku tuh ngakunya, lebih ganteng dari Bruno Mars, tapi suaranya sama keren. Bayangin Bruno Mars 30 tahun yang akan datang, pake kacamata, hihihi... 
Kata temen, boss itu gaya jalannya khas.. Kaya keong racun abis disunat, trus infeksi lagi, lelet... Hihihi..maap..maap..
Ssssttt...jangan bilang bilang ma Aki ya, emang susah ngejalanin pesan sponsor dari dia, untuk ga jail....

Buat'ku, dia tetep boss paling asik..
Peace boss...!!

Rabu, 18 Juli 2012

Pesan Sponsor

Beberapa hari lagi puasa... 
Ini wanti wanti dari Aki untukku :
- Ga boleh nge'gosip sampe abis maghrib.
- Ga ada acara jail, iseng dan cela cela'an.
- Ga boleh bikin nangis anak orang (termasuk supir taxi!! itu anak ibunya juga).
- Ga boleh cengeng!!
- Ga boleh ngecengin dokter ganteng.
- Ga boleh bikin orang kesel, marah dan uring2an.

Iyaaa Aki... iyaaa... ini bukan puasa pertama kan?..

Iya, iyaaa aja, tengah bulan juga lupa..
Apa seh yang lo inget, napas aja suka lupa...

Whahahahahaha.....

Met berpuasa ya Aki, Muka Komik, Bunbun dan semua sahabatku yang menjalankan....

Kamis, 12 Juli 2012

My little angel..

Dulu aku sempat tidak menginginkan kehadirannya. Aku tak mau masuk ruang operasi lagi. Tapi ketika kulihat video pertamanya, seperti kecambah yang bisa bergerak, dan ketika pertama kudengar degup jantungnya yang kuat dan keras seperti derap langkah kuda, aku tahu dia hidup...makan, bernafas dan berenang di dalam rahimku. Aku jatuh cinta padanya dan merasa sangat menyesal sempat tidak menginginkan dia hadir.

Aku menjaganya, merasakan gerakan pertamanya, dan begitu takut ketika aku mulai kehilangan rasa itu. Gawat janin, begitu kata dokter, dia tidak bergerak dan tidak bernafas, dan secepatnya harus dikeluarkan dari dalam tubuhku, walau belum cukup usia dan beratnya dan belum matang organ tubuhnya. Tubuhnya begitu kecil ketika dia lahir, inkubator yang menghangatkannya, bukan pelukanku. Dengan sekujur tubuh berwarna kekuningan karena bilirubin yang sangat tinggi akibat fungsi hati yang belum sempurna. 

Masa masa itu sudah berlalu, walau masih sangat jelas dalam ingatanku. Dan hari ini gadis kecilku akan mengikuti camp pertamanya. Tiga hari dia akan berkumpul bersama teman temannya. Tertawa, bergembira dan  bernyanyi bersama. Aku sempat kuatir apakah dia bisa mandiri di sana? Apakah dia akan disukai teman temannya? Apakah dia bisa bersenang senang di sana? Bagaimana dia mengurus dirinya, menjaga barang barangnya dan sebagainya dan sebagainya..

Akhirnya aku tahu, bukan dia harus belajar, tapi aku... 
Aku yang harus belajar menerima bahwa gadis kecilku sebentar lagi menginjak praremaja...
Berbahagialah anakku... 
Berbahagialah.. 

Maafkan aku...

Maafkan aku, bukannya aku tidak mau menerimamu kembali...
Aku hanya tidak ingin kehilanganmu lagi.
Maafkan aku, bukannya aku tidak mau menerimamu kembali...
Aku hanya tidak ingin terluka lagi.
Maafkan aku, bukannya aku tidak mau menerimamu kembali...
Aku hanya tidak ingin memegangmu terlalu erat agar kamu tidak pergi lagi.
Maafkan aku, bukannya aku tidak mau menerimamu kembali...
Aku hanya terlalu mencintaimu dan itu sangat menyakitkan bagiku.
Maafkan aku, bukannya aku tidak mau menerimamu kembali...
Aku hanya ingin kamu bahagia...
Dan itu bukan denganku...

Rabu, 11 Juli 2012

Don't give up




Kerudungnya merah jambu, saat pertama bertemu denganku. Aku berharap dia berbeda dari dokter dokter yang sebelumnya. Punya empaty, lebih peduli, lebih mengerti. Dan ternyata semua ada pada dirinya. Karena dia juga merasakan hal yang sama denganku. Lebih parah, lebih lama dan lebih menderita, tapi sampai saat ini dia berhasil survive.

Wajahnya tetap cantik walau kulitnya pucat, brugada dan mvp beberapa kali nyaris menjemput nyawanya. Tapi naluri fightnya begitu kuat. Dia tidak mau kalah dengan lelah, sesak dan nyeri di dada, bahkan ketika tangannya mulai gemetar dan dia harus berhenti melakukan operasi. Bayangkan seorang dokter jantung terkena penyakit jantung yang membuatnya tidak dapat melakukan pembedahan lagi....

Dia sempat merasa invalid..cacat..tidak bisa lagi menjalankan profesinya..
Berbagai pengobatan dilakukannya, dari dalam sampai luar negeri. Sejauh ini Tuhan masih mengijinkannya mengabdi, bagi pasien dan orang orang tercinta.

Sakitku tidak ada apa apanya bila dibandingkan dengan yang dia rasa. Dan ketika aku merasa ingin menyerah saja, ini pesan yang ia katakan sambil mengenggam jemariku dan setitik air mata bergulir di wajah tirusnya..

Jangan menyerah... 
Jika sakitmu datang dan tak tertahankan, berdoalah dan jangan pernah putus asa. Jadilah kuat walau rasanya mustahil. Tegarlah walau kakimu goyah. Ingatlah hanya Dia yang memberimu hidup, Dia juga yang akan mengambilnya. Itu hakNya, kuasaNya, kamu tidak punya otoritas atas nyawamu. Berserahlah..pasrah..rasakan hidupmu berada di dalam genggaman tangannya...
Terimakasih, kuduslah kasihmu dokter.

  
Jejak kaki.

Pada suatu malam aku bermimpi. 
Aku bermimpi sedang berjalan di sepanjang pantai bersama dengan Tuhan. 
Di langit biru terlihat adegan-adegan dalam hidupku. 
Untuk setiap adegan, aku melihat ada dua pasang jejak kaki di pasir: 
satu pasang adalah milikku dan yang lain adalah milik Tuhan. 
Ketika adegan terakhir dalam hidup terlihat di hadapanku, aku melihat kembali pada jejak kaki di pasir. 
Aku memperhatikan bahwa seringkali di sepanjang jalan hidupku hanya ada satu pasang jejak kaki. 
Aku juga memperhatikan bahwa itu terjadi pada masa masa yang paling sulit dan paling menyedihkan dalam hidupku.
Ini betul-betul menyakitkan,  dan aku bertanya kepada Tuhan tentang hal itu. 
"Tuhan, Engkau berkata bahwa sekali aku memutuskan untuk mengikut Engkau, Engkau akan berjalan dengan aku di sepanjang jalan. 
Tetapi aku telah memperhatikan bahwa pada masa masa yang paling sulit dalam hidupku, di sana hanya ada satu pasang jejak kaki. 
Aku tidak mengerti mengapa pada saat aku sangat membutuhkan Engkau, Engkau meninggalkan aku".

Tuhan menjawab: 
"AnakKu... anakKu yang sangat berharga, Aku mencintai engkau dan tidak akan pernah meninggalkan engkau. 
Pada saat-saat ujian dan penderitaan, pada masa masa sulitmu, ketika engkau melihat hanya ada satu pasang jejak kaki, itu adalah jejak kakiKu, karena pada saat itu Aku sedang menggendong engkau."
(terjemahan bebas dari footprints)

Sahabat, mungkin kamu juga pernah mengalami saat saat sulit dalam hidupmu, merasa kesepian, rapuh, dan seorang sendiri menjalani semua bebanmu. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu tidak pernah sendiri... 
Dia selalu ada untukmu... 

I'd wait 'til kingdom come


For you, I'd wait 'til kingdom come,
Until my days, my days are done.
Say you'll come and set me free,
Just say you'll wait, you'll wait for me.

Senin, 09 Juli 2012

Ata




Namanya Ata, gadis bermata segaris dengan senyum yang sangat manis. Tertawanya lepas, bebas. Dia gadis pemberani. Dia temanku sejak bertahun yang lalu (kalau kusebut lamanya kita bersahabat, kelihatan tuanya ya Ta?). Kami tumbuh bersama. Melewati banyak peristiwa sampai akhirnya kami memiliki kehidupan masing masing. Tapi hal itu tidak membuat kami merasa asing dan jauh satu sama lain.

Dari sekian banyak teman yang ia miliki, dari sekian banyak tempat di dunia yang pernah dia kunjungi, dia berkata, bahwa akulah labuhan hatinya, bersamaku dia nyaman menjadi dirinya sendiri, karena aku menerimanya apa adanya. Tak perlu memakai semua topeng dan tak perlu menjaga image. 

Dia pernah memberiku seikat bunga, yang kusimpan bertahun tahun lamanya. Katanya dia ingat aku ketika melihat bunga itu. Dan membawanya dari jauh khusus untukku.

Bukan bunganya, bukan juga oleh oleh lain yang sering dia bawakan untukku, yang membuatku merasa sangat berarti baginya, tapi ketika dia mengingatku saat berada ribuan kilometer jauhnya, saat dia berada di belahan dunia yang lain, dia tetap membawaku ke dalam ingatannya.

Dia senang berbincang denganku, katanya, dia selalu mendapat sesuatu yang baru dari perbincangan itu. Aneh bukan? Aku belum pernah berkeliling dunia seperti dia, semestinya aku yang mendapatkan banyak hal baru darinya, dari bagian dunia yang belum pernah aku lihat. 

Dia bahkan pernah bertengkar dengan adiknya hanya karena berandai andai. Seandainya, dia memenangkan undian pergi keliling dunia untuk dua orang, dia akan memilihku untuk menemaninya. Dan hal itu membuat adiknya marah, karena merasa tidak dipilih. Aku hanya bisa tertawa saja. Berharap memenangkan hadiah untuk sebuah undian yang tidak pernah dikirim. Dan aku tahu, aku telah memenangkan hatinya.
Salah..salah.. Sebenarnya dia yang telah memenangkan hatiku. Dia yang berhasil mendapatkan cinta tulusku. 
Hari ini, dia membuatku menangis, karena sebuah kue yang belum pernah kucicipi, tiba tiba dikirim kurir ke rumahku. Kue cinta...
Belum pernah aku mendapatkan kejutan seindah ini.

Mungkin beginilah persahabatan sejati, tidak ada persaingan atau iri hati, tidak malu menjadi diri sendiri, tidak merasa bangga dengan kelebihan yang dimiliki, tidak juga minder karena kekurangan yang tidak hakiki . 
Saling menerima, saling memberi dan saling mengisi. 
Ta, semoga persahabatan kita abadi...  

Cinta itu seperti pelangi, 
warna warninya indah, 
manisnya terasa sampai remah terakhir, 
kejutannya bisa membuat air mata membentuk pelangi baru...