I never got to see your face But in my heart, you have a special place And for that, I would never be the same
I'll never hear you laugh or cry Or hold you in my arms tenderly But I will still love you endlessly
I never got to hold you hand I never got to sing you a lullaby I will never come to understand Why murderers run free and innocent souls die
I'll always have my regret Why it must happened to you All these unanswered questions That would burn inside of me
Forever saddened upon this earth Crying for you, my unborn child Never blessed by your birth. But I’ll be here, unable to smile
You are my shining light in heaven For one of angels to love Until I get my wings to flying
God take care of you, for me, in heaven above
You’ll be my guiding light to heaven’s gate Where I’ll get to see your angel smile And even if I never got to see your face I’ll know, that you are my unborn child!
Hari ini bertambah lagi anggota keluargaku. Si kecil ini namanya Bubu. Adiknya Bombom. Lebih mungil, tapi bukan berarti lebih murah..hiks.. Menguras tabunganku, pastinya. Semoga Bubu bisa bersama denganku bertempur melawan kelihaian metro mini, angkot, mikrolet dan motor motor yang seliweran di jalan raya. Ok, sebelum bawa Bubu jalan jalan, aku kursus nyetir dulu yaa...
Ini cerita tentang boss'ku, begini kelakuannya tiap bulan puasa...
Aku : Ikut puasa kapan boss? Yang besok atau lusa? Boss : Ikut yang puasanya paling belakang, tapi Lebaran paling duluan...
Hari pertama puasa.. Boss : Lebaran sebulan lage... (sambil nyanyi) Aku : baru juga hari pertama puasa boss. Da mikir Lebaran aja. Boss : biar semangat getoo.. Aku : ooh.. emang ga bolong puasanya boss? Boss : baru juga hari pertama puasa... masa udah bolong?? Aku : sapa tau ajaa...qeqeqeqe... Ngabuburit kemana boss? Boss : baru juga sahuuurrr, da mikir ngabuburit !! Aku : hehehe...biar cemungudh getooo... #dikeplak, potong gaji, ga dapet THR# Boss'ku tuh ngakunya, lebih ganteng dari Bruno Mars, tapi suaranya sama keren. Bayangin Bruno Mars 30 tahun yang akan datang, pake kacamata, hihihi... Kata temen, boss itu gaya jalannya khas.. Kaya keong racun abis disunat, trus infeksi lagi, lelet... Hihihi..maap..maap.. Ssssttt...jangan bilang bilang ma Aki ya, emang susah ngejalanin pesan sponsor dari dia, untuk ga jail.... Buat'ku, dia tetep boss paling asik.. Peace boss...!!
Dulu aku sempat tidak menginginkan kehadirannya. Aku tak mau masuk ruang operasi lagi. Tapi ketika kulihat video pertamanya, seperti kecambah yang bisa bergerak, dan ketika pertama kudengar degup jantungnya yang kuat dan keras seperti derap langkah kuda, aku tahu dia hidup...makan, bernafas dan berenang di dalam rahimku. Aku jatuh cinta padanya dan merasa sangat menyesal sempat tidak menginginkan dia hadir.
Aku menjaganya, merasakan gerakan pertamanya, dan begitu takut ketika aku mulai kehilangan rasa itu. Gawat janin, begitu kata dokter, dia tidak bergerak dan tidak bernafas, dan secepatnya harus dikeluarkan dari dalam tubuhku, walau belum cukup usia dan beratnya dan belum matang organ tubuhnya. Tubuhnya begitu kecil ketika dia lahir, inkubator yang menghangatkannya, bukan pelukanku. Dengan sekujur tubuh berwarna kekuningan karena bilirubin yang sangat tinggi akibat fungsi hati yang belum sempurna.
Masa masa itu sudah berlalu, walau masih sangat jelas dalam ingatanku. Dan hari ini gadis kecilku akan mengikuti camp pertamanya. Tiga hari dia akan berkumpul bersama teman temannya. Tertawa, bergembira dan bernyanyi bersama. Aku sempat kuatir apakah dia bisa mandiri di sana? Apakah dia akan disukai teman temannya? Apakah dia bisa bersenang senang di sana? Bagaimana dia mengurus dirinya, menjaga barang barangnya dan sebagainya dan sebagainya..
Akhirnya aku tahu, bukan dia harus belajar, tapi aku... Aku yang harus belajar menerima bahwa gadis kecilku sebentar lagi menginjak praremaja... Berbahagialah anakku... Berbahagialah..
Kerudungnya merah jambu, saat pertama bertemu denganku. Aku berharap dia berbeda dari dokter dokter yang sebelumnya. Punya empaty, lebih peduli, lebih mengerti. Dan ternyata semua ada pada dirinya. Karena dia juga merasakan hal yang sama denganku. Lebih parah, lebih lama dan lebih menderita, tapi sampai saat ini dia berhasil survive.
Wajahnya tetap cantik walau kulitnya pucat, brugada dan mvp beberapa kali nyaris menjemput nyawanya. Tapi naluri fightnya begitu kuat. Dia tidak mau kalah dengan lelah, sesak dan nyeri di dada, bahkan ketika tangannya mulai gemetar dan dia harus berhenti melakukan operasi. Bayangkan seorang dokter jantung terkena penyakit jantung yang membuatnya tidak dapat melakukan pembedahan lagi....
Dia sempat merasa invalid..cacat..tidak bisa lagi menjalankan profesinya.. Berbagai pengobatan dilakukannya, dari dalam sampai luar negeri. Sejauh ini Tuhan masih mengijinkannya mengabdi, bagi pasien dan orang orang tercinta.
Sakitku tidak ada apa apanya bila dibandingkan dengan yang dia rasa. Dan ketika aku merasa ingin menyerah saja, ini pesan yang ia katakan sambil mengenggam jemariku dan setitik air mata bergulir di wajah tirusnya..
Jangan menyerah... Jika sakitmu datang dan tak tertahankan, berdoalah dan jangan pernah putus asa. Jadilah kuat walau rasanya mustahil. Tegarlah walau kakimu goyah. Ingatlah hanya Dia yang memberimu hidup, Dia juga yang akan mengambilnya. Itu hakNya, kuasaNya, kamu tidak punya otoritas atas nyawamu. Berserahlah..pasrah..rasakan hidupmu berada di dalam genggaman tangannya... Terimakasih, kuduslah kasihmu dokter.
Jejak kaki.
Pada suatu malam aku bermimpi.
Aku bermimpi sedang berjalan di sepanjang pantai bersama dengan
Tuhan.
Di langit biru terlihat adegan-adegan dalam hidupku.
Untuk setiap
adegan, aku melihat ada dua pasang jejak kaki di pasir:
satu pasang
adalah milikku dan yang lain adalah milik Tuhan.
Ketika adegan
terakhir dalam hidup terlihat di hadapanku, aku melihat kembali pada
jejak kaki di pasir.
Aku memperhatikan bahwa seringkali di sepanjang
jalan hidupku hanya ada satu pasang jejak kaki.
Aku juga memperhatikan
bahwa itu terjadi pada masa masa yang paling sulit dan paling
menyedihkan dalam hidupku.
Ini betul-betul menyakitkan, dan aku
bertanya kepada Tuhan tentang hal itu.
"Tuhan, Engkau berkata bahwa
sekali aku memutuskan untuk mengikut Engkau, Engkau akan berjalan dengan
aku di sepanjang jalan.
Tetapi aku telah memperhatikan bahwa pada
masa masa yang paling sulit dalam hidupku, di sana hanya ada satu
pasang jejak kaki.
Aku tidak mengerti mengapa pada saat aku sangat
membutuhkan Engkau, Engkau meninggalkan aku".
Tuhan menjawab:
"AnakKu... anakKu yang
sangat berharga, Aku mencintai engkau dan tidak akan pernah meninggalkan
engkau.
Pada saat-saat ujian dan penderitaan, pada masa masa sulitmu, ketika engkau melihat
hanya ada satu pasang jejak kaki, itu adalah jejak kakiKu, karena pada saat itu Aku sedang
menggendong engkau."
(terjemahan bebas dari footprints)
Sahabat, mungkin kamu juga pernah
mengalami saat saat sulit dalam hidupmu, merasa kesepian, rapuh, dan
seorang sendiri menjalani semua bebanmu. Ingatlah bahwa sesungguhnya
kamu tidak pernah sendiri... Dia selalu ada untukmu...
Namanya Ata, gadis bermata segaris dengan senyum yang sangat manis. Tertawanya lepas, bebas. Dia gadis pemberani. Dia temanku sejak bertahun yang lalu (kalau kusebut lamanya kita bersahabat, kelihatan tuanya ya Ta?). Kami tumbuh bersama. Melewati banyak peristiwa sampai akhirnya kami memiliki kehidupan masing masing. Tapi hal itu tidak membuat kami merasa asing dan jauh satu sama lain.
Dari sekian banyak teman yang ia miliki, dari sekian banyak tempat di dunia yang pernah dia kunjungi, dia berkata, bahwa akulah labuhan hatinya, bersamaku dia nyaman menjadi dirinya sendiri, karena aku menerimanya apa adanya. Tak perlu memakai semua topeng dan tak perlu menjaga image.
Dia pernah memberiku seikat bunga, yang kusimpan bertahun tahun lamanya. Katanya dia ingat aku ketika melihat bunga itu. Dan membawanya dari jauh khusus untukku.
Bukan bunganya, bukan juga oleh oleh lain yang sering dia bawakan untukku, yang membuatku merasa sangat berarti baginya, tapi ketika dia mengingatku saat berada ribuan kilometer jauhnya, saat dia berada di belahan dunia yang lain, dia tetap membawaku ke dalam ingatannya.
Dia senang berbincang denganku, katanya, dia selalu mendapat sesuatu yang baru dari perbincangan itu. Aneh bukan? Aku belum pernah berkeliling dunia seperti dia, semestinya aku yang mendapatkan banyak hal baru darinya, dari bagian dunia yang belum pernah aku lihat.
Dia bahkan pernah bertengkar dengan adiknya hanya karena berandai andai. Seandainya, dia memenangkan undian pergi keliling dunia untuk dua orang, dia akan memilihku untuk menemaninya. Dan hal itu membuat adiknya marah, karena merasa tidak dipilih. Aku hanya bisa tertawa saja. Berharap memenangkan hadiah untuk sebuah undian yang tidak pernah dikirim. Dan aku tahu, aku telah memenangkan hatinya.
Salah..salah.. Sebenarnya dia yang telah memenangkan hatiku. Dia yang berhasil mendapatkan cinta tulusku.
Hari
ini, dia membuatku menangis, karena sebuah kue yang belum pernah
kucicipi, tiba tiba dikirim kurir ke rumahku. Kue cinta...
Belum pernah aku mendapatkan kejutan seindah ini.
Mungkin beginilah persahabatan sejati, tidak ada persaingan atau iri hati, tidak malu menjadi diri sendiri, tidak merasa bangga dengan kelebihan yang dimiliki, tidak juga minder karena kekurangan yang tidak hakiki . Saling menerima, saling memberi dan saling mengisi. Ta, semoga persahabatan kita abadi...
Cinta itu seperti pelangi,
warna warninya indah,
manisnya terasa sampai remah terakhir,
kejutannya bisa membuat air mata membentuk pelangi baru...